Dukacita

ORANG YANG BER DUKACITA

Dukacita

Mat 5:4 “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihiburkan”

Dukacita

Dukacita
dukacita

Bahan mentoring yang lalu membahas tentang miskin hati dihadapan Tuhan, saat ini kita akan membahas tentang berdukacita yang merupakan bahan ke 2 dari 8 ucapan berhagia yang Tuhan Yesus ajarkan bagi kita.

Dukacita disini bukan bermakna kesedihan melainkan dukacita tentang pertobatan yaitu dukacita ilahi, bahkan secara harafiah Tuhan Yesus berkata di sini :”Berbahagialah orang yang tidak berbahagia.”

Jenis-jenis dukacita :

  1. Dukacita Alami (Kis 8:2)

Hal ini terjadi akibat kematian orang yang kita cintai, berpisah dengan orang yang dekat dengan kita, kekecewaan atau mengalamai tragedi kehidupan.

  1. Dukacita Duniawi

Dukacita yang berakar karena penyesalan atas suatu hal terjadi, karena konsekuensi dari tindakan yang dilakukannya.

  1. Dukacita Ilahi

Hal ini berdasar bahwa kita sudah berdosa dan melawan Tuhan dan di dalam pertobatan kita, kita datang kepada Tuhan untuk memperoleh kemurahan dan pengampunan dariNya.

Dukacita inilah yang membawa berkat dari Tuhan.

Cara Tuhan mengijinkan kita mengalami dukacita :

  1. Krisis (Rom 5:2-4)

Masa kesusahan dalam hidup kita akan membawa kita untuk mendekat kepada Tuhan dibanding dengan masa sukacita.

  1. Koreksi (2 Kor 7:8-10)

Masa-masa yang keras yang harus kita hadapi akan memperlihatkan, terbuat dari apakah hidup kita ini, melalui respon yang kita ambil akan terlihat hidup kita itu.

  1. Kekecewaan

Pengharapan yang timbul dalam diri kita kepada Tuhan yang tidak terwujud, inilah yang akan menimbulkan kekecewaan.

Contoh elia dalam 1 Raj 19:10

Hal apa saja yang dihasilkan dari suatu dukacita :

  1. Kepekaan

Kita menjadi pribadi yang mudah tersentuh dan peduli akan orang lain.

  1. Kedalaman (Yak 4:9-10)
  • Lebih mengerti dengan setiap kejadian-kejadian yang menimpa diri kita maupun di seputar hidup kita.
  • Memiliki nilai-nilai kehidupan bersama Tuhan sehingga bisa membagi pengalaman berharga yang bisa dibagikan kepada anak cucu kita maupun di dalam berbagi kepada orang yang menghadapi masalah yang sama dengan kita.
  1. Ketaatan (Ibr 12:11)

Menjadikan Tuhan sebagai sumber pengharapan hidup kita.

KESIMPULAN

Pandangan kita terhadap dukacita yang terjadi di sepanjang kehidupan kita janganlah menjadikan kita larut di dalam dukacita duniawi melainkan menjadikan kita bangkit untuk semakin bersemangat di dalam mencapai tujuan kehidupan kita bagi kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus yang mana didalamnya menghasilakan kebahagiaan yang sejati sesuai dengan kebenaran dan keadilan.

Dukacita
Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*