Ketakutan



Ketakutan

Ketakutan

ROH KETAKUTAN

“Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?” Mazmur 27:1

ketakutan

Ketakutan adalah salah satu masalah terbesar dalam kehidupan manusia. Rasa takut yang berlebihan bisa dikategorikan sebagai suatu kelainan yang disebut fobia, yaitu kecemasan yang luar biasa, terus-menerus, tidak realistis sebagai respons terhadap keadaan eksternal tertentu.

Definisi takut adalah: merasa gemetar (ngeri) menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana; tidak berani.

Penyebab rasa takut dalam diri tiap-tiap orang tentunya berbeda-beda:

  • Takut terkena bencana alam,
  • Takut ketinggian,
  • Takut ditinggalkan pacar,
  • Takut gagal dalam ujian,
  • Takut terhadap masa depan anak,
  • Takut sakitnya tidak bisa sembuh,
  • Takut mati dan sebagainya dlsb.

Ayub berkata, “Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.” (Ayub 3:25).

Ketakutan membuat seseorang kehilangan damai sejahtera. Ketakutan juga salah satu penghalang untuk mengalami berkat-berkat Tuhan, karena rasa takut dalam diri orang percaya membuktikan bahwa ia meragukan kuasa Tuhan alias tidak percaya penuh kepadaNya.

Yesaya 41:10, “janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”

“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” 2 Timotius 1:7

Dalam suratnya kepada Timotius, Rasul Paulus menegaskan bahwa Tuhan tidak memberikan kepada kita roh ketakutan. Artinya bahwa roh ketakutan itu bukan berasal dari Tuhan melainkan dari iblis yang berusaha untuk melemahkan dan menghancurkan kehidupan orang percaya.

Jika seseorang terus menerus dikuasai oleh rasa takut, ia tidak akan dapat melangkah maju untuk menggapai berkat Tuhan karena yang tertanam di hatinya hanyalah:

Tidak mungkin, Itu sulit, Pasti tidak bisa seperti yang dialami oleh 10 pengintai yang diutus Musa.

Mereka dan orang-orang yang terpengaruh pada laporan 10 pengintai akhirnya tidak bisa menikmati janji Tuhan. Sebaliknya keberanian Kaleb dan Yosua dapat mencapai tanah Perjanjian karena keduanya dapat mengalahkan roh ketakutan dalam dirinya.

Ketakutan yang terus dipelihara hanya akan membawa kita kepada kegagalan, dan menghalangi kita untuk melihat perkara-perkara besar yang dikerjakan Tuhan.

“…Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” (1 Yohanes 4:4b). Dasar yang sangat kuat bagi kita untuk tidak takut menghadapi apa pun, yaitu Roh Kudus yang ada di dalam kita, dimana Ia lebih besar daripada roh apa pun yang ada di dunia ini.

Para murid menjadi sangat ketakutan ketika ada badai “…taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu,” (Markus 4:37). Bukankah hidup kita ini ibarat perahu yang sedang berlayar di tengah lautan luas, yang kadangkala dihantam ombak dan gelombang besar?

Ketakutan datang ketika kita mengandalkan kekuatan sendiri. Bila kita memiliki iman dan percaya penuh pada kebenaran firmanNya, kita dapat melewati badai apa pun dengan penuh kemenangan, karena Tuhan di pihak kita!



Roh Ketakutan
Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*