Nama Baik



Nama Baik

Nama Baik

Nama Baik Lebih Berharga Dari Kekayaan

Amsal 22:1 (TB) Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.

“Gajah mati meninggalkan gading, manusia meninggalkan nama” artinya bahwa apa yang “berguna” atau yang di ingat orang setelah adanya kematian. Gajah indentik dengan gading karena gading sangat bernilai, mahal dan tidak mudah rusak bahkan sampai ribuan tahun.

Selain meninggalkan harta dan keturunan, ada satu hal yang ditinggalkan manusia yaitu Nama. Bagi manusia nama itu sangat penting, karena namalah yang membedakan identitas manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Nama baik akan selalu dikenal dan dikenang oleh orang disekitanya, bahkan memberi warisan yang tidak ternilai harganya, misalkan nama:

Soekarno sang Proklamator, sampai saat ini Nama Soekarno selalu dikenal dan dikenang, bahkan anak-anaknya mendapat manfaat yang sangat besar dari kebesaran nama Soekarno. Nama baik selalu dijaga bahkan diperjuangkan oleh setiap manusia, karena bila nama baik tercoreng maka banyak kerugian yang dia dapatkan.

Seperti halnya Perusahaan, jika nama baik perusahaan tercemar, maka otomatis nilai perusaahan itu akan anjlok, namun jika nama baik terjaga maka nilainya akan terus berkembang dan maju. Banyak orang yang memiliki kekayaaan tapi tidak memiliki nama baik para koruptor misalnya, sehingga walau mereka dipenjara, banyak orang yang membenci bahkan sampai keturanannya.

Kebutuhan manusia dari kecil hingga beranjak dewasa.

  1. Ketika lahir butuh kasih sayang.
  2. Setelah besar butuh pengetahuan.
  3. Setelah mendapat pengetahuan, butuh pekerjaan.
  4. Setelah mendapat pekerjaan, butuh kekayaan.
  5. Setelah mendapat kekayaan, butuh kekuasaan.
  6. Setelah mendapat kekuasaan, butuh keamanan.

Banyak orang mencari pekerjaan dengan jalan mempertaruhkan nama baik. Hal ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal, salah satunya yaitu: mempunyai citra diri ( gambar diri yang jelek ). Untuk mendapatkan gambar diri yang baik, maka orang berani mempertaruhkan nama baik demi pekerjaan yang tidak baik.

Cerita Alkitab Zakheus Lukas 19 : 1 – 10

Zakheus adalah orang yang mempunyai citra diri ( gambar diri ) yang buruk.

  1. Orang nya pendek ( kemungkinan sering mendapat penghinaan / diremehkan dilingkungan masyarakat ) Zakheus berusaha memperbaiki citra dirinya. Tetapi semua berdasarka pandangannya sendiri. Dia harus memiliki pekerjaan yang biasa membuatnya menjadi luar biasa. Dia menjadi Kepala pemungut cukai.
  2. Dalam pandangannya, dia merasa sudah memiliki citra diri
    yang baik karena sudah memiliki Pekerjaan, kekayaan, dan kekuasaan.

Mungkin di antara kita juga ada bekerja menjadi kepala preman, menjadi kepala bandar narkoba, menjadi kepala
curanmor. Semuanya ini menjanjikan pekerjaan yang pasti dan memiliki kekayaan dan kekuasaan. Tetapi mempertaruhkan nama baik.

Amsal 22 : 1 Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.

Nama baik kita lebih berharga dari kekayaan besar, oleh sebab itu harus di jaga. Kenapa?

  1. Nama baik ada hubungannya dengan keluarga kita.
  2. Nama baik ada hubungannya dengan Gereja kita.
  3. Nama baik ada hubungannya dengan Tuhan kita Yesus Kristus.

Nama BaikSering kali kita melihat di televisi, ada orang yang meminta ganti rugi karena pencemaran nama baik. Hal ini membuktikan bahwa nama baik amat sangat berharga. Jagalah nama baik, karena nama baik  melibatkan orang – orang tertentu, organisasi tertentu dan juga agama tertentu.

Pada suatu hari di musim panas, Armstrong Williams disuruh ayahnya pergi ke toko untuk membeli kawat pagar untuk keperluan pertanian mereka. Di usia 16 tahun, Amstrong sangat senang jika ia disuruh-suruh untuk
belanja keperluan keluarga, tetapi untuk kali ini semangatnya kendor. Hal ini terjadi karena ayahnya menyuruh membeli dengan utang dulu (kredit). Williams takut pada apa yang mungkin terjadi.

Williams takut, Ia pernah melihat teman-temannya berkulit hitam minta kredit kemudian berdiri dengan kepala tertunduk, sementara pemilik toko mempertanyakan apakah mereka pantas untuk diberi kredit atau tidak. Namun demikian, tidak ada jalan baginya untuk menghindar dari tugas itu.

Tiba saatnya ia membawa barang yang dibelinya menuju kasir, ia mengatakan dengan pelan, Saya ingin membeli ini dengan kredit. Petani setengah baya yang berdiri di sebelahnya menatap dengan heran bercampur sinis. Namun wajah si pemilik toko tidak berubah. Tentu saja, katanya dengan pasti. Ayahmu selalu bisa diandalkan. Lalu ia menoleh kepada pria yang satu lagi dan berkata, Dia ini putra James Williams.

Petani itu kini justru mengangguk ke arah Amstrong dengan sangat ramah. Amstrong muda kini dipenuhi dengan rasa bangga. Putra James Williams. Tiga kata itu telah membukakan pintu untuk memperoleh rasa hormat orang dewasa. Pada hari itulah, kenang Williams, ia mendapati bahwa nama baik merupakan sesuatu yang sangat berharga.
Nama baik memberikan jasa baik dan keuntungan, bahwa menjaga nama baik keluarga merupakan tanggung jawab yang penting.

Bagi orang percaya, memiliki harta yang melimpah bukanlah tujuan utama hidup. 

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?  Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”  (Matius 16:26). 

Memiliki nama baik di hadapan Tuhan adalah seorang yang senantiasa menyenangkan hati Tuhan, setia dan taat meakukan segala firmanNya.

“Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.”  (Amsal
22:4).

Apabila kita mempunyai nama baik sesuai dengan penilaian Tuhan berarti kita mempunyai kekayaan besar.

“Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah.”  (1 Samuel 2:30b).

Kekayaan yang berasal dari Tuhan mendatangkan sukacita dan kedamaian karena bukan berasal dari kecurangan, manipulasi, suap atau korupsi.

“Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.”  (Amsal 10:22). 

Sebaliknya kekayaan yang diperoleh secara instan dan melalui  ‘jalan yang tidak wajar’   akan mendatangkan
kecemasan.

“…orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.”  (Amsal 28:20)

“Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.”  (Amsal 23:4).

Adalah sia-sia memiliki kekayaan yang melimpah bila kita tidak memiliki ‘nama baik’.


Nama Baik
Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*