Tidak Mampu



Tidak Mampu

“Tetapi Musa berkata kepada Allah: ‘Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?’ “ (Kel 3:11)

tidak mampu

Musa adalah manusia biasa seperti kita, punya keterbatasan dan tidak mampu. Hal ini terlihat dari reaksi Musa saat ia dipilih Tuhan menjadi pemimpin bangsa Israel. Saat dipanggil Tuhan, awalnya Musa tidak antusias maupun mengiyakan karena dia tahu ‘siapa dirinya dan latar belakangnya’. “Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian.”. Selama bertahun-tahun Musa menghabiskan waktu di padang belantara bersama domba-domba mertuanya.

 

Alasan Musa sempat menolak panggilan Tuhan adalah

  1. Musa merasa Tidak mampu.

Adalah hal yang masuk akal bila Musa menyatakan ketidakmampuannya, apalagi secara biologis, fisiknya kurang mendukung; usianya sudah 80 tahun tatkala Tuhan memanggil sehingga dia merasa sudah tua dan rapuh dan berdaya. Pernyataan yang disampaikan Musa merupakan satu ungkapan yang logis dari sudut pandang manusia.

Namun Tuhan menjawab “Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau:…” (ayat 12). Ini menunjukkan bahwa Tuhan memberikan jaminan penyerataan kepada Musa dan akan berkarya melalui hidup Musa.

Bukankah kita sering berkata seperti Musa? Berbagai dalih dan alasan kita kemukakan untuk menolak panggilan Tuhan dalam hidup kita karena merasa tidak mampu, tidak punya bakat, sok sibuk dan sebagainya. Adalah manusiawi bagi Musa menjadi gentar karena dari seorang gembala domba dipanggil untuk menjadi pemimpin suatu bangsa yang besar.

  1. Musa merasa tidak punya kredibilitas.

Selain tidak  mampu, Musa juga merasa bahwa pilihan Tuhan terhadap dirinya itu salah karena dia sama sekali tidak memenuhi kriteria sebagai pemimpin. Musa memikirkan apa yang harus dikatakannya kalau suatu saat ia bertemu dengan banyak orang:

“…apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? –apakah yang harus kujawab kepada mereka?” (ayat 13). Pengakuan jujur disampaikan Musa kepada Tuhan

Lalu kata Musa kepada Tuhan, ‘Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau beirfirman kepada hambaMupun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah.’ (Kel 4:10). Ketika Tuhan memilih dan mengutus seseorang. Dia juga yang akan menyertai dan memperlengkapi supaya ia mampu melakukan kehendakNya tersebut. Untuk itulah Tuhan kembali meyakinkan Musa dan memberikan pegertian siapa diriNya, yaitu Allah yang tidak pernah berubah: Aku adalah Aku. (Keluaran 3:14), Allah yang tidak berubah terhadap janji dan rencanaNya.

Tidak cukup disitu, Tuhan juga memberikan petunjuk dan langkah-langkah yang harus dilakukan Musa, Beginilah kaukatan kepada orang Israel: Tuhan, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah namaKu untuk selama-lamanya dan itulah sebutanKu turun-temurun. Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel… (Kel 3:15-16).

Tuhan juga mendemonstrasikan kuasaNya langsung di depan Musa agar ia benar-benar percaya akan penyertaanNya: Musa diperintahkan melempar tongkatnya ke tanah yang akhirnya menjadi ular; juga saat Tuhan memerintahkan Musa memasukkan tangannya ke dalam baju, maka tangan Musa terkena kusta

  1. Musa kurang fasih bicara.

Musa kembali berdalih tidak mampu bicara di depan orang banyak untuk menyatakan ketidaksiapannya terhadap panggilan Tuhan itu. Bukankah kita juga sering mengelak seperti itu ketika diminta melayani Tuhan? Mungkin disuruh bersaksi di depan mimbar saja rasanya kaki sudah gemetaran.

Tapi Tuhan berkata, “Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni Tuhan?” (Kel 4:11). Tuhan semakin geram terhadap Musa saat ia berkata, “Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus.” (Kel 4:13), walau pada akhirnya Musa sadar atas panggilan itu dan taat. Dalam hidup ini kita menghadapi dua pilihan: taat kepada Tuhan atau tidak taat! Itu saja.

Jangan pernah merasa tidak mampu, lalu kita menolak panggilan Tuhan. Dia yang akan menyertai dan menuntun kita!



Sahabat



Sahabat

“Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci TUHAN? Karena hal itu TUHAN murka terhadap engkau.” 2 Taw 19:2

sahabat sejati

Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Artikel ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan antar pribadi. Dalam pengertian ini, istilah “persahabatan” menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi.

Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, seringkali hingga pada altruisme. selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif.

Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka. Nilai yang terdapat dalam persahabatan seringkali apa yang dihasilkan ketika seorang sahabat memperlihatkan secara konsisten:

  • Kecenderungan untuk menginginkan apa yang terbaik bagi satu sama lain.
  • Simpati dan empati.
  • Kejujuran, barangkali dalam keadaan-keadaan yang sulit bagi orang lain untuk mengucapkan kebenaran.
  • Saling pengertian.

Seringkali ada anggapan bahwa sahabat sejati sanggup mengungkapkan perasaan-perasaan yang terdalam, yang mungkin tidak dapat diungkapkan, kecuali dalam keadaan-keadaan yang sangat sulit, ketika mereka datang untuk menolong.

Dibandingkan dengan hubungan pribadi, persahabatan dianggap lebih dekat daripada sekadar kenalan, meskipun dalam persahabatan atau hubungan antar kenalan terdapat tingkat keintiman yang berbeda-beda. Bagi banyak orang, persahabatan dan hubungan antar kenalan terdapat dalam kontinum yang sama.

Sebagai makhluk sosial kita membutuhkan orang lain karena kita tidak dapat hidup tanpa membangun suatu hubungan atau kerjasama dengan orang lain. Hubungan baik dibina karena adanya kepentingan bersama; yang seseorang memerlukan orang lain, dan berdasarkan itu terjalinlah sebuah persahabatan.

Sulit bagi seorang individu hidup seorang diri tanpa berhubungan dengan orang lain. Dan apa pun istilahnya, sebuah persahabatan selalu berkaitan dengan kepentingan. Namun, sebagai seorang Kristen, kita harus menempatkan Kristus sebagai telada dan dasar utama dalam membangun hubungan dalam suatu persahabatan.

Pentingkah arti sahabat? Persahabatan yang bagaimana agar kedamaian, ketenangan, kebahagiaan dan keteduhan batin bermukim di dalam hati kita? Kita memerlukan seorang sahabat yang dengan jujur menegur dan membangun iman kita.

Dari ayat firman Tuhan yang kita baca jelas menunjukkan bagaimana Yehu menegur raja Yosafat karena dia telah menjalin hubungan dengan orang-orang fasik, yaitu orang-orang yang tidak mengindahkan perintah Tuhan, suka melakukan kejahatan dan berhati busuk.

Oleh sebab itu Yehu memperingatkan Yosafat agar segera mengakhiri hubungan yang terlarang itu, karena bila dibiarkan berlarut-larut akan berakibat fatal bagi dirinya dan kerajaannya. Alkitab menyatakan “Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.” (Ams 13:20), karena “Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Kor 15:33).

Seorang sahabat yang baik akan menegur dengan jujur ketika ia mengetahui kesalahan yang dilakukan sahabatnya. Ia tidak peduli bagaimana reaksi sahabatnya itu, yang penting ia tidak mau melihat sahabatnya terjerumus ke dalam pergaulan yang tidak benar di pemandangan Tuhan.

Seorang sahabat sejati bila melihat sahabatnya dalam kesusahan tidka menghindar atau menjauh, tetapi segera memberikan pertolongan; bila tidak mampu menolong secara materi, ia memberikan jalan keluar dengan nasihatnya yang bijak. Ia bisa menjadi saudara ketika sahabatnya berada dalam kesukaran, bukannya malah memutuskan persahabatan itu

“Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.” Ams 18:24

Di zaman sekarang ini tidak mudah menemukan seorang sahabat yang “…menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” (Ams 17:17). Sahabat yang menjadi saudara adalah orang yang mau berkorban untuk sahabatnya, bukan mengorbankan sahabatnya. Sahabat yang mau berkorban itu tidak mencari keuntungan sendiri. Ketika sahabatnya terjebak dalam kesukaran hebat, ia mau menerobos kesukaran itu guna menolong sahabatnya.

Amsal berkata, “…ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.” Kata saudara berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti satu perut. Jadi, saudara itu pada hakikatnya adalah yang lahir dari perut atau kandungan yang sama, sehingga jalinan kekeluargaan tercermin dalam makna persaudaraan karena kelahiran. Dan sungguh tak bisa kita bayangkan betapa eratnya hubungan seorang persahabatan yang lebih karib dari pada seorang saudara itu.

Tuhan Yesus telah memberikan teladan bahwa diriNya adalah figur seorang sahabat yang sejati. “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yoh 15:13) dan ini telah dibuktikan melalui kematianNya di atas kayu salib. Persahabatan yang didasari oleh kasih Kristus itu akan melebihi tali persaudaraan atau kekerabatan, karena hubungan yang dibangun bukan atas kepentingan untung-rugi, melainkan karena mengasihi sebagai diri sendiri.

Namun ada juga persahabatan yang terjalin hanya karena keuntungan dan kepentingan diri sendiri. Persahabatan yang demikian tidak akan langgeng, akan putus apabila tidak menguntungkan. Seorang sahabat jenis ini akan begitu ramah dan baik kepada kita saat ia memerlukan sesuatu dari kita.

Sebaliknya, bila kita tidak lagi mampu mendatangkan sesuatu yang menguntungkan bagi dirinya, ia akan secepat kilat meninggalkan kita seperti tertulis: “Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya.” (Ams 19:4). Hal ini juga dialami oleh Ayub, sahabat-sahabatnya beranjak menjauh dan mencemoohnya saat dia sedang terpuruk.

Kesimpulan Sahabat

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah. Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.


Jalan Keluar



Jalan Keluar

” Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?’ Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.” Matius 8:26

jalan keluar

Hidup dalam Tuhan bukan berarti bebas masalah. Saat berjalan dengan Tuhan sekalipun terkadang ‘angin ribut’ secara mendadak datang menyerang kita. Hal ini juga dialami oleh murid-murid Yesus saat mereka berada di dalam perahu. “Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.” (ayat 24).

Karena angin ribut, mereka menjadi sangat panik dan ketakutan, padahal Yesus berada dalam satu perahu. Lalu mereka berseru, “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” (ayat 25b). Hal ini sering kita alami juga, bukan?

Ketika mengalami permasalahan yang berat kita cenderung panik dan menjadi takut, padahal Yesus bersama kita dan ada di dekat kita, bukannya membiarkan dan meninggalkan kita. Sebaliknya justu kita yang seringkali melupakan dan tidak mempercayaiNya.

Kita masih terpengaruh dengan apa yang kita lihat dan dengar, terpaku dengan apa yang kelihatannya di sekitar kita, yang berarti kita tidak berjalan dengan iman. Akibatnya kita mudah stres, murung, putus asa; jangankan bersukacita, membuka mulut untuk memuji Tuhan saja kita enggan melakukannya.

Ini menunjukkan bahwa kita adalah pecundang dan Iblis akan ‘membusungkan’ dada bila melihat orang Kristen seperti itu, padahal firmanNya jelas mengatakan, “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.” (Roma 8:37).

Hidup dalam iman adalah hidup bukan berdasarkan pada suatu yang kelihatan, tetapi apa yang tidak kelihatan, serta memandang dan menyikap segala sesuatu dengan ‘mata rohani’. Itulah yang dilakukan Paulus. Meski menghadapi tantangan hidup sangat berat dia tidak pernah menjadi lemah apalagi sampai frustrasi, karena “…hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat-“ (2 Korintus 5:7), kata Paulus.

Kita harus percaya meski tidak melihat. Jika dalam menjalani hidup ini kita banyak merasakan ketakutan dan kekuatiran berarti kita belum sepenuhnya percaya kepada Tuhan. Dam selama kita masih menggunakan akal dan kekuatan sendiri, maka masalah yang kita alami tidak akan pernah terselesaikan. Kita harus bisa melepaskan segala ikatan yang masih membelenggu perasaan kita!.

“Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.” Mazmur 20:7

Tuhan mengijinkan kita berada dalam ‘masa-masa genting’ untuk melatih ‘otot’ iman kita. Biasanya bila sudah terjepit dan babak belur kita baru mau berserah dan percaya kepada Tuhan. Bila kita menyadari Yesus ada di dekat kita, kita akan menjalani hidup dengan tenang. Memang secara kasat mata Yesus tidak keihatan, tetapi Roh Kudus ada di dalam kita. Sebesar apa pun badai menyerang, kita tetap mampu melewatinya karena Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari segalanya.

Langkah apa yang harus kita lakukan Jalan  Keluar supaya kemenangan yang dijanjikan Tuhan tergenapi dalam hidup kita?

  1. Setia dan tekaun membaca firman Tuhan. Jangan anggap ringan perihal membaca Alkitab. Mungkin kita berkata: pasti bisa kulakukan! Namun, seberapa lama kita konsekuen dan konstan melakukannya? Berapa lam kita baca Alkitab setiap hari? Alkitab adalah firman dan firman itu Yesus; ketika kita membaca firmanNya dan memasukkannya dalam hati dan pikiran, Yesus pun masuk ke dalam hati dan pikiran kita.
  2. Berdoa dengan sungguh-sungguh. Sudahkah kita berdoa? Serempak kita akan menjawab: sudah! Doa yang bagaimana? Alkitab berkata, “Doa orang yan benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16b). Doa orang yang hidupnya benarlah yang diperhatikan dan didengar Tuhan. Jika Tuhan sepertinya tidak memperhatikan dan tidak segera menjawab doa kita, bisa jadi itu karena dosa kita, karena “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:1-2).
  3. Hidup dalam pertobatan selalu. Bertobat berarti menanggalkan manusia lama, mengenakan ‘manusia baru’ setiap hari. Pertobatan adalah kehendak Tuhan yang utama; tanpa itu kita tidak akan menikmati janji-janji Tuhan.

Tidak ada masalah terlalu sulit bagi orang percaya asal tiga hal di atas menjadi bagian dalam hidupnya!


Anda sedang menghadapi masalah dengarkan kotbah ini untuk menemukan jalan keluar.

Jalan Keluar – Worship Ministry Store

Pastor Message Juni 2017



PASTOR MESSAGE JUNI 2017

TUHAN SEDANG MENCURAHKAN ROH-NYA YANG LUAR BIASA ATAS UMAT-NYA!

Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan,

PASTOR MESSAGE

Alkitab katakan bahwa Tuhan Yesus mati karena dosa-dosa kita, Dia dikuburkan, tetapi pada hari yang ketiga Dia dibangkitkan! Selama 40 hari Tuhan Yesus mengunjungi lebih dari 500 murid-murid-Nya untuk membuktikan bahwa Dia hidup. Dia menghibur serta menguatkan murid-murid-Nya yang tergoncang akibat kematian-Nya.

Pesan yang terakhir dari Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis 1:8)
Yerusalem bisa diartikan di antara keluarga, Yudea bisa diartikan di antara orang-orang yang seiman, Samaria bisa diartikan di antara orang-orang yang tidak seiman, dan sampai ke ujung bumi.

Sesudah Ia mengatakan demikian terangkatlah Ia ke Sorga disaksikan oleh murid-murid-Nya. Ketika mereka sedang menatap ke langit, tiba-tiba ada 2 orang berpakaian putih (malaikat Tuhan) berkata kepada mereka, “Hai orang-orang Galilea, mengapa kamu melihat ke langit? Yesus yang meninggalkan kamu naik ke Sorga akan datang dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke Sorga”.

Jika yang melihat Tuhan Yesus naik ke Sorga itu adalah murid-murid-Nya, maka yang akan melihat Dia turun dari Sorga itu adalah murid-murid-Nya. Sekarang Tuhan Yesus berada di Sorga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa.

APA YANG TUHAN YESUS LAKUKAN DI SORGA?

  1. Dia Menyediakan Tempat Bagi Kita
    Yoh 14:1-3, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pegi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.”
    Tuhan Yesus sekarang ada di Sorga, Dia menyediakan tempat bagi kita semua dan Tuhan berpesan, “Jangan gelisah hatimu, percayalah kepada Allah dan percayalah juga kepada-Ku”. Waktunya sudah tidak lama lagi.
  2. Dia Menjadi Pengantara Kita
    Ibr 7:25, “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.”
    Tuhan Yesus sanggup menyelamatkan dengan sempurna, sebab Tuhan Yesus hidup untuk menjadi Pengantara Saudara dan saya. Pengantara di sini bisa diartikan sebagai pendoa syafaat. Tuhan Yesus sekarang ada di Sorga berdoa buat Saudara dan saya, supaya kita selamat secara sempurna.

Keselamatan Bagi Orang Percaya

  1. Tidak Selamat
  2. Mat 7:21-23, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Sorga. Nanti pada hari-hari terakhir akan banyak orang datang kepada-Ku dan berkata, Tuhan Tuhan, bukankah aku bernubuat, mengusir setan, membuat banyak mujizat demi nama-Mu?”.
    Mereka bernubuat, membuat mujizat, mengusir setan demi nama Tuhan Yesus, tetapi Tuhan Yesus berkata kepada mereka, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah daripada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”.
    Pembuat Kejahatan dalam Bahasa Gerikanya disebut dengan ‘anomia’, yang artinya mereka yang tidak mau hidup dalam hukum dan ketetapan Allah.
  3. Hampir-hampir Tidak Selamat
    Kita hidup dengan dasar atau pondasi Tuhan Yesus Kristus karena kita beriman dan percaya. Yang menjadi pertanyaan adalah kita membangunnya di atas dasar/ pondasi itu dengan bahan apa? Saudara membangun dengan bahan emas, perak, batu permata atau dengan bahan kayu, rumput kering, jerami? Tidak ada seorang pun yang tahu. Nanti semua itu akan diuji dengan api, kalau tidak terbakar atau tahan api akan mendapat upah. Tetapi jika pekerjaannya terbakar karena membangun dengan bahan yang tidak mulia tadi (kayu, rumput kering, jerami), dia akan mendapat kerugian. Selamat sih selamat tetapi seperti keluar dari dalam api. (1 Kor 3:10-15)
    1 Kor 3:15, “Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.”
    Ini yang dikatakan hampir-hampir tidak selamat. Ketika Saudara mendengar firman ini mari kita menguji diri kita, “Yang selama ini aku lakukan apa ya? Aku menyenangkan hati Tuhan, membangunnya sesuai dengan firman Tuhan, aku terus menjaga hidup ini atau main-main?”. Selamat sih selamat tetapi seperti keluar dari dalam api dan kalau tergelincir sedikit saja bisa sama seperti yang pertama tadi (tidak selamat).
  4. Selamat Secara Sempurna
    “….kita akan mendapat hak penuh untuk masuk Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan Yesus kalau kita berusaha sungguh-sungguh!” (2 Pet. 1:5-11)
    Mari kita “BERUSAHA SUNGGUH-SUNGGUH!” dengan kekuatan yang dari Tuhan. Kita harus sungguh-sungguh menambahkan kepada iman kita di mana kita semua beriman kepada Tuhan Yesus, tambahkan iman itu dengan kebajikan (dengan berbuat baik). Itu belum cukup! Tambahkan dengan pengetahuan dan ini pasti pengetahuan tentang Firman Tuhan, karena itu baca Alkitab tiap hari dan pelajari! Belum cukup, ditambahi lagi dengan penguasaan diri. Belum cukup, ditambahi dengan ketekunan.
    “Kesengsaraan akan menimbulkan ketekunan, ketekunan akan menimbulkan tahan uji, tahan uji akan menghasilkan pengharapan dan pengharapan itu tidak pernah mengecewakan.” (Roma 5:35)
    Ketekunan belum cukup, ternyata harus ditambah lagi dengan kesalehan yaitu hidup kudus, kasih akan saudara-saudara seiman, dan kasih akan semua orang, termasuk orang-orang yang tidak seiman.
    Jika Saudara mau mendapatkan keselamatan secara sempurna tambahilah iman Saudara dengan kebajikan (berbuat baik), pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan saudara-saudara seiman, kasih akan semua orang.

3. Dia Mengutus Roh Kudus

Peranan Roh Kudus Bagi Dunia

  • Untuk menginsyafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.
  • Akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada Tuhan Yesus.
  • Akan kebenaran, Tuhan Yesus berkata, “Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak akan melihat Aku lagi”.
  • Akan penghakiman, karena penguasa dunia yaitu iblis telah dihukum. Iblis telah dihukum; bukan akan dihukum melainkan telah dihukum, karena itu Iblis sangat takut kepada nama Tuhan Yesus.

Peranan Roh Kudus Bagi Orang Percaya

  • Sebagai Penolong dan Penghibur
    Selama kita ada di dalam dunia ini, saya percaya mungkin digosipkan, mungkin mengalami badai, topan dalam hidup ini, tetapi jangan kuatir sebab Saudara punya Penolong dan Penghibur.
  • Memimpin Kita Kepada Seluruh Kebenaran
    Jika orang yang tidak punya Roh Kudus, maka dia tidak akan mengerti ketika membaca Alkitab. Karena Saudara memiliki Roh Kudus, maka Roh Kebenaran akan menuntun dan memimpin kita akan seluruh kebenaran.
  • Memberitahukan Hal-hal Yang Akan Datang
    Dia yang memberitahukan kita bahwa Dia akan segera datang.
  • Roh Kudus Memuliakan Yesus
    “Sebab Roh Kudus akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya daripada-Ku”, kata Tuhan Yesus. Kalau kita bisa memuji dan menyembah Tuhan Yesus, “Tuhan Yesus Engkau baik, Engkau mulia, Engkau agung, Engkau besar!”, itu bukan karena kita, tetapi karena Roh Kudus yang ada di dalam kita sehingga kita bisa berkata demikian.
  • Memberi Kuasa Kepada Kita Untuk Menjadi Saksi Kristus
    Kis 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

PENCURAHAN ROH KUDUS

Setelah Tuhan Yesus naik ke Sorga, 120 murid-murid Tuhan Yesus berkumpul di kamar loteng (upper room) yang ada di Yerusalem. Mereka melakukan itu karena Tuhan Yesus berpesan, “Kamu jangan keluar dari Kota Yerusalem sebelum kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi”. Tuhan Yesus berkata kepada lebih dari 500 murid-murid-Nya, tetapi hanya 120 murid yang meresponinya. Mereka semua kemudian bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, yaitu doa, pujian dan penyembahan dalam unity siang dan malam. Itu adalah Restorasi Pondok Daud, itu adalah Menara Doa dan DNA gereja kita!
Selama 10 hari mereka melakukan itu dan pada Hari Raya Pentakosta tiba-tiba terdengarlah suara bunyi seperti tiupan angin keras di ruangan itu, lalu tiba-tiba tampaklah lidah-lidah seperti nyala api hinggap kepada mereka masing-masing. Mereka dipenuhi oleh Roh Kudus dan mereka mulai berkata-kata dalam bahasa yang disebut dengan bahasa roh!

APA YANG TERJADI SETELAH PENCURAHAN ROH KUDUS?
Setelah terjadi pencurahan Roh Kudus, murid-murid Tuhan Yesus dipenuhi dengan Roh Kudus dan mereka berkata-kata dengan bahasa roh.

  1. Khotbah Singkat Petrus Menghasilkan 3000 Orang Bertobat
    Petrus berkhotbah, tidak lebih dari 4 menit 3000 orang yang bertobat secara luar biasa.
  2. Mereka Dipakai Untuk Melakukan Tanda-tanda dan Mujizat
    Petrus dan Yohanes dipakai untuk menyembuhkan orang yang lumpuh sejak lahir. Bayangan Petrus saja menyembuhkan orang sakit. Sampai dengan hari ini sign and wonder masih tetap ada!
  3. Cara Hidup Jemaat Berubah
    • Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan persekutuan. Mereka suka membaca Alkitab. Orang yang penuh Roh Kudus tidak perlu disuruh-suruh untuk membaca Alkitab karena dia begitu haus dan lapar untuk membacanya.
    • Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Orang yang dipenuhi Roh Kudus itu suka berdoa. Sebab doa adalah percakapan kita di mana kita berinteraksi atau ‘ngomong-ngomong’ dengan Tuhan. Kita berkata-kata kepada Tuhan dan Tuhan juga berbicara kepada kita.
    • Mereka selalu bergembira, tulus hati dan senang memuji Allah. Orang yang penuh Roh Kudus selalu bergembira. Orang yang dipenuhi Roh Kudus tidak ada dengki, dendam atau iri.
    • Mereka suka memberi. Orang yang dipenuhi Roh Kudus itu suka memberi sehingga tidak ada yang berkekurangan.
    • Mereka disukai semua orang dan tiap-tiap hari ada jiwa-jiwa yang bertobat.
  4. Goncangan Terjadi
    Goncangan dan aniaya terjadi, sehingga mereka harus lari ke Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi. Tuhan Yesus berkata, “Kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
    Ini tidak terjadi dengan sendirinya, enak maupun tidak enak, mereka harus memberitakan Injil. Karena aniaya datang, mereka harus lari dan itulah cara Tuhan.
  5. Perubahan Paradigma Dalam Pelayanan
    Pada waktu itu pengertian keselamatan hanya untuk orang Yahudi, tetapi melalui peristiwa Kornelius keselamatan pun terjadi pada orang bukan Yahudi. Setelah mereka dipenuhi Roh Kudus, mereka jadi mengerti bahwa keselamatan itu akhirnya sampai kepada bangsa-bangsa lain. Mereka mengalami perubahan paradigm dalam pelayanan.

Ada seorang hamba Tuhan yang bernama Russell Evans dari Planetshakers Church – Melbourne, bertemu dengan saya minggu yang lalu di Empowered 21. Dia termasuk salah satu dari Global Council, utusan dari Australia dan saya utusan Asia. Beberapa waktu yang lalu ketika Planetshakers Church – Melbourne mengadakan satu konferensi, tiba-tiba dia memanggil orang Indonesia yang ada di situ. Dia naik dan mulai bernubuat apa yang dia lihat tentang Indonesia. Saya tanyakan kebenaran cerita ini, Dia katakan, “Benar!”. Dia berkata begini:

“Aku melihat cahaya berasal dari Indonesia. Orang melihat Indonesia seperti ini, tetapi Tuhan berkata demikian, “Aku akan membangkitkan House of Judah, rumah puji-pujian. Aku akan membangkitkan rumah terobosan. Aku akan membangkitkan rumah yang akan menghancurkan tembok-tembok yang dibangun oleh musuh. Aku akan melepaskan suara yang akan mengoyakkan seluruhnya, yang akan memindahkan segala hal dan menggoncangkan Sorga dan akan melepaskan segala hal”.

Inilah yang aku lihat! Aku melihat jutaan dan jutaan orang muda yang berkobar dalam api, cinta mati-matian akan Yesus! Dan mereka akan melayani bangsa mereka seperti yang tidak pernah terlihat sebelumnya. Aku melihat api yang akan mulai menjalar dan menjalar dan awan kemuliaan. Wow! Di gurun Israel mereka dipimpin oleh tiang awan dan tiang api. Aku melihat ada Roh Api yang akan keluar dari Indonesia yang akan melepaskan awan-awan.

Karena apa yang dihasilkan api adalah awan dan juga cahaya kemuliaan Tuhan. Tuhan akan melepaskan cahaya, kekuatan Tuhan, bilur-bilur Tuhan, proteksi Tuhan dan Tuhan yang mulia dan Tuhan penggerak. Karena ini adalah saatnya untuk bangsa Tuhan, karena ini adalah saatnya untuk angin menangkap api dan api akan membakar…membakar…membakar!”

Api Roh Kudus itu ada di Indonesia dan ini akan menyebar kemana-mana, Saudara akan dipenuhi dengan Roh Kudus dan dipakai Tuhan dengan luar biasa. Penuaian jiwa besar-besaran akan terjadi. Amin!

Khotbah Pastor message Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
Gandaria City – 11 Juni 2017


Nama Baik



Nama Baik Lebih Berharga Dari Kekayaan

Amsal 22:1 (TB) Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.

“Gajah mati meninggalkan gading, manusia meninggalkan nama” artinya bahwa apa yang “berguna” atau yang di ingat orang setelah adanya kematian. Gajah indentik dengan gading karena gading sangat bernilai, mahal dan tidak mudah rusak bahkan sampai ribuan tahun.

Selain meninggalkan harta dan keturunan, ada satu hal yang ditinggalkan manusia yaitu Nama. Bagi manusia nama itu sangat penting, karena namalah yang membedakan identitas manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Nama baik akan selalu dikenal dan dikenang oleh orang disekitanya, bahkan memberi warisan yang tidak ternilai harganya, misalkan nama:

Soekarno sang Proklamator, sampai saat ini Nama Soekarno selalu dikenal dan dikenang, bahkan anak-anaknya mendapat manfaat yang sangat besar dari kebesaran nama Soekarno. Nama baik selalu dijaga bahkan diperjuangkan oleh setiap manusia, karena bila nama baik tercoreng maka banyak kerugian yang dia dapatkan.

Seperti halnya Perusahaan, jika nama baik perusahaan tercemar, maka otomatis nilai perusaahan itu akan anjlok, namun jika nama baik terjaga maka nilainya akan terus berkembang dan maju. Banyak orang yang memiliki kekayaaan tapi tidak memiliki nama baik para koruptor misalnya, sehingga walau mereka dipenjara, banyak orang yang membenci bahkan sampai keturanannya.

Kebutuhan manusia dari kecil hingga beranjak dewasa.

  1. Ketika lahir butuh kasih sayang.
  2. Setelah besar butuh pengetahuan.
  3. Setelah mendapat pengetahuan, butuh pekerjaan.
  4. Setelah mendapat pekerjaan, butuh kekayaan.
  5. Setelah mendapat kekayaan, butuh kekuasaan.
  6. Setelah mendapat kekuasaan, butuh keamanan.

Banyak orang mencari pekerjaan dengan jalan mempertaruhkan nama baik. Hal ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal, salah satunya yaitu: mempunyai citra diri ( gambar diri yang jelek ). Untuk mendapatkan gambar diri yang baik, maka orang berani mempertaruhkan nama baik demi pekerjaan yang tidak baik.

Cerita Alkitab Zakheus Lukas 19 : 1 – 10

Zakheus adalah orang yang mempunyai citra diri ( gambar diri ) yang buruk.

  1. Orang nya pendek ( kemungkinan sering mendapat penghinaan / diremehkan dilingkungan masyarakat ) Zakheus berusaha memperbaiki citra dirinya. Tetapi semua berdasarka pandangannya sendiri. Dia harus memiliki pekerjaan yang biasa membuatnya menjadi luar biasa. Dia menjadi Kepala pemungut cukai.
  2. Dalam pandangannya, dia merasa sudah memiliki citra diri
    yang baik karena sudah memiliki Pekerjaan, kekayaan, dan kekuasaan.

Mungkin di antara kita juga ada bekerja menjadi kepala preman, menjadi kepala bandar narkoba, menjadi kepala
curanmor. Semuanya ini menjanjikan pekerjaan yang pasti dan memiliki kekayaan dan kekuasaan. Tetapi mempertaruhkan nama baik.

Amsal 22 : 1 Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.

Nama baik kita lebih berharga dari kekayaan besar, oleh sebab itu harus di jaga. Kenapa?

  1. Nama baik ada hubungannya dengan keluarga kita.
  2. Nama baik ada hubungannya dengan Gereja kita.
  3. Nama baik ada hubungannya dengan Tuhan kita Yesus Kristus.

Sering kali kita melihat di televisi, ada orang yang meminta ganti rugi karena pencemaran nama baik. Hal ini membuktikan bahwa nama baik amat sangat berharga. Jagalah nama baik, karena nama baik  melibatkan orang – orang tertentu, organisasi tertentu dan juga agama tertentu.

Pada suatu hari di musim panas, Armstrong Williams disuruh ayahnya pergi ke toko untuk membeli kawat pagar untuk keperluan pertanian mereka. Di usia 16 tahun, Amstrong sangat senang jika ia disuruh-suruh untuk
belanja keperluan keluarga, tetapi untuk kali ini semangatnya kendor. Hal ini terjadi karena ayahnya menyuruh membeli dengan utang dulu (kredit). Williams takut pada apa yang mungkin terjadi.

Williams takut, Ia pernah melihat teman-temannya berkulit hitam minta kredit kemudian berdiri dengan kepala tertunduk, sementara pemilik toko mempertanyakan apakah mereka pantas untuk diberi kredit atau tidak. Namun demikian, tidak ada jalan baginya untuk menghindar dari tugas itu.

Tiba saatnya ia membawa barang yang dibelinya menuju kasir, ia mengatakan dengan pelan, Saya ingin membeli ini dengan kredit. Petani setengah baya yang berdiri di sebelahnya menatap dengan heran bercampur sinis. Namun wajah si pemilik toko tidak berubah. Tentu saja, katanya dengan pasti. Ayahmu selalu bisa diandalkan. Lalu ia menoleh kepada pria yang satu lagi dan berkata, Dia ini putra James Williams.

Petani itu kini justru mengangguk ke arah Amstrong dengan sangat ramah. Amstrong muda kini dipenuhi dengan rasa bangga. Putra James Williams. Tiga kata itu telah membukakan pintu untuk memperoleh rasa hormat orang dewasa. Pada hari itulah, kenang Williams, ia mendapati bahwa nama baik merupakan sesuatu yang sangat berharga.
Nama baik memberikan jasa baik dan keuntungan, bahwa menjaga nama baik keluarga merupakan tanggung jawab yang penting.

Bagi orang percaya, memiliki harta yang melimpah bukanlah tujuan utama hidup. 

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?  Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”  (Matius 16:26). 

Memiliki nama baik di hadapan Tuhan adalah seorang yang senantiasa menyenangkan hati Tuhan, setia dan taat meakukan segala firmanNya.

“Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.”  (Amsal
22:4).

Apabila kita mempunyai nama baik sesuai dengan penilaian Tuhan berarti kita mempunyai kekayaan besar.

“Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah.”  (1 Samuel 2:30b).

Kekayaan yang berasal dari Tuhan mendatangkan sukacita dan kedamaian karena bukan berasal dari kecurangan, manipulasi, suap atau korupsi.

“Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.”  (Amsal 10:22). 

Sebaliknya kekayaan yang diperoleh secara instan dan melalui  ‘jalan yang tidak wajar’   akan mendatangkan
kecemasan.

“…orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.”  (Amsal 28:20)

“Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.”  (Amsal 23:4).

Adalah sia-sia memiliki kekayaan yang melimpah bila kita tidak memiliki ‘nama baik’.